Home Catatan Pinggir Mengurus Sendiri Perpanjangan STNK 5 Tahunan

Mengurus Sendiri Perpanjangan STNK 5 Tahunan

33
SHARE

Berhubung STNK sudah mau habis beberapa hari lagi, maka hari Sabtu kemaren saya menyempatkan diri untuk memperpanjang STNK. Selama ini kalau proses perpanjangan STNK selalu menggunakan Biro Jasa, jadi jujur untuk kali ini agak khawatir juga, apalagi ini bukan perpanjangan tahunan, jadi pasti lebih repot.

Nah, berikut ini saya mau share pengalaman mengurus proses perpanjangan STNK di Kantor Samsat Bekasi.

solusi perut buncit

Karena proses perpanjangan 5 tahunan maka harus ada cek fisik kendaraan. Jadi masuk kantor Samsat langsung diarahkan untuk parkir di belakang gedung. Kendaraan yang boleh masuk hanya kendaraan yang akan melakukan cek fisik saja.
Saya sampai di sana jam setengah delapan lewat sedikit, dan ternyata sudah banyak kendaraan yang antri untuk cek fisik, terutama kendaraan roda doa (motor) banyak sekali yang antri.

Ketika sudah sampai giliran saya, petugasnya melakukan pengecekan dengan cermat dan ramah. Cuaca lagi cerah sekali saat itu sehingga terasa panas. Saya perhatikan petugas yang melakukan cek fisik semua ramah walopun dengan muka bercucuran keringat. Ketika ada seorang ibu yang mau memberikan tips lalu dengan sopan petugas tersebut menolaknya. Wah benar-benar diluar dugaan. Karena saya pikir di sini masih banyak calo ataupun pungutan-pungutan liar, ternyata tidak ada sama sekali.

Selesai melakukan cek fisik, kendaraan harus dibawa keluar lagi, karena area di belakang Samsat Bekasi memang lumaya sempit dan hanya cukup untuk melakukan cek fisik saja. Akhirnya saya menemukan tempat parkir yang lumayaaaaan jauh dari kantor Samsat.

Kembali ke Kantor Samsat, saya bertanya ke petugas yang mengenakan seragam, apalagi yang harus dilakukan kalau mau perpanjang STNK, bapak polisi itu lagi-lagi dengan ramahnya menjelaskan urutan yang harus saya lakukan. Lalu saya ke pintu depan untuk mengambil formulir, kembali ke belakang untuk mem-fotocopy BPKB, SIM dan STNK, lalu menyerahkannya ke loket cek fisik untuk diproses. Tidak lama kemudian nama saya dipanggil, baru saya mengisi formulis.

Sebenarnya waktu memasukkan dokumen ke loket cek fisik formulir tidak perlu disertakan dan bisa mengisi sembari menunggu. Tetapi karena saya tidak membawa pulpen dan kebetulan tidak ada yang menjual akhirnya saya serahkan bersamaan dokumen lain ke loket cek fisik.

Lihat sana sini, akhirnya pinjam pulpen ke orang yang juga sedang mengisi formulir. Disini baru saya melihat ada beberapa orang yang menawarkan membantu untuk mengisi formulir. Saya pikir ga mungkin mereka menawarkan dengan cuma-cuma.

Selesai mengisi formulir, langkah selanjutnya adalah ke loket pemeriksaan pajak progresif. Tidak sampai 5 menit selesai. Baru kemudian naik ke lantai 2. Saya sempat terkecoh dan sudah mengantri beberapa menit untuk meletakkan dokumen ke loket. Sembari berdesak-desakan maju saya bertanya ke orang di depan saya, “kalau untuk STNK 5 tahunan loketnya yang ini juga ya ?”, Dia jawab “Benar pak, kalo motor di sini, mobil di atas”. Waduh… pikir saya, untuk belum lama ngantri. Setelah berterima kasih, saya keluar antrian dan naik ke lantai 3. Di sini juga sudah penuh dengan orang yang menunggu dipanggil. Setelah saya menyerahkan dokumen ke loket saya pun duduk.

Ternyata banyak juga yang salah urutannya, banyak yang dipanggil dan mereka belum urus ke loket pemeriksaan pajak progresif. Kasihan juga melihatnya, sudah lama menunggu, akhirnya dipanggil tapi ternyata harus urus ke lantai 1 dulu baru diproses dokumennya. Proses disini cukup memakan waktu juga sebelum dipanggil untuk menerima secarik kertas. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya sayapun dipanggil, dikasih kertas kecil dan disuruh menuliskan nomor polisi kendaraan kita sendiri.

Setelah itu kembali menunggu untuk dipanggil melakukan pembayaran pajak kendaraan. Selesai membayar, saya menunggu lagi untuk menerima STNK yang baru. Setelah menerima STNK yang baru, turun kelantai satu dan kebagian pengambilan plat nomor. Ternyata di sana sudah terpampang pengumuman bahwa plat nomor belum bisa disediakan, jadi waktu itu menyerahkan lembar STNK yang tadi diterima untuk dibubuhkan stempel bahwa plat nomor kita masih berlaku selama 6 bulan.

Artinya sampai 6 bulan kedepan plat nomor tidak berubah (angka bulan dan tahunnya). Sebenarnya riskan juga kalau keluar area Bekasi, dan ketemu polisi yang iseng yang melihat seolah-olah plat nomor kendaraan kita sudah “mati”. Walaupun bisa menunjukkan STNK yang sudah dicap dan dikasih keterangan, tetap saja merepotkan kalau distop oleh polisi yang iseng. Tapi ya apa boleh buat, akhirnya saya pun pulang. Total waktu sejak parkir kendaraan untuk cek fisik sampai menerima STNK yang distempel adalah sekitar 2.5 jam. Lumayan juga, apalagi baru kerasa ternyata perut sudah “berbunyi” minta diisi.

Dalam perjalanan ke tempat parkiran mobil akhirnya saya mampir ke warung gado-gado. Ketika makan, ada seorang bapak yang juga mau makan sambil membawa plat nomor baru. Karena penasaran saya bertanya, ko bisa dapet nomor baru pak, kan katanya plat nomor blom bisa dikeluarkan dan diberi waktu sampai 6 bulan. Dengena tersenyum dia bicara, tadi saya kasih “selipan” ke petugas di bagian plat nomor minta dibuatkan langsung, karena saya repot kalau harus bolak balik lagi dan takut distop polisi. Tapi bapak tersebut tidak mau menyebutkan angkanya ketika saya tanya berapa yang harus dikeluarkan biayanya agar bisa langsung dibuatkan.

Oooh.. ternyata masih ada juga tempat “bermain”, setelah tadi pagi saya berpikir di Samsat Bekasi ini benar-benar bersih dari praktek seperti itu.

Itulah cerita pengalaman saya yang baru pertama kali mengurus STNK sendiri. Semoga bermanfaat buat rekan blogger lainnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here